Rancangan Acak Lengkap (RAL)


LAPORAN

RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL)


                              
                                                              Nama   : Najwa Nabila

                                                              NPM    : 24001005I011221264

                                                              No. Komputer :  11



LABORATORIUM STATISTIK DAN SOSIAL

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2024


Tinjauan Pustaka

A. Definisi Rancangan Acak Lengkap

    RAL adalah jenis rancangan percobaan yang paling sederhana dan paling mudah jika dibandingkan dengan jenis rancangan percobaan yang lain. RAL hanya bisa digunakan pada percobaan dengan jumlah perlakuan yang terbatas dan satuan percobaan harus homogen atau faktor luar yang dapat mempengaruhi percobaan harus dapat di kontrol. RAL atau Completely Randomized Design merupakan salah satu model rancangan dalam rancangan percobaan. RAL digunakan bila unit percobaan homogen. Rancangan ini disebut rancangan acak lengkap, karena pengacakan perlakuan dilakukan pada seluruh unit percobaan. RAL digunakan bila faktor yang akan diteliti satu faktor atau lebih dari satu faktor.

    Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan yang paling sederhana di antara  rancangan-rancangan percobaan yang baku. Pola ini dikenal sebagai pengacakan lengkap atau pengacakan  dengan tiada pembatasan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dipandang lebih berguna dalam percobaan laboratorium atau dalam percobaan pada beberapa jenis bahan percobaan tertentu yang mempunyai  sifat relatif homogen. RAL merupakan rancangan dengan faktor tunggal. Faktor ini terdiri  paling  sedikitnya terdapat dua taraf. Tiap taraf disebut dengan perlakuan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) disebut juga desain acak sempurna karena selain perlakuan semua variabel yang berpengaruh dapat dikendalikan. Di dalam percobaan RAL, setiap perlakuan sedikitnya diulang sebanyak  dua  kali. Menurut  Adji S. dalam (Murdiyanto,  1999) unit percobaan yang digunakan  dalam  percobaan  disyaratkan homogen. Penempatan perlakuan ke dalam unit percobaan dilakukan secara acak lengkap artinya setiap unit pecobaan memiliki peluang yang sama untuk memperoleh perlakuan.


B.  Keuntungan dan Kekurangan Rancangan Acak Lengkap

    Umumnya percobaan ini dilakukan di laboratorium dengan unit percobaan yang tidak cukup besar  dan jumlah perlakuan yang terbatas. Keuntungan menggunakan RAL antara lain: (1)  perancangan  dan  pelaksanaannya mudah; (2) analisi data relatif mudah; (3) fleksibel dalam hal jumlah perlakuan; (4)  terdapat alternatif analisis nonparametrik yang sesuai. Di samping itu Rancangan Acak Lengkap  (RAL) juga memiliki beberapa kekurangan yaitu:(1) tingkat presisi percobaan mungkin tidak memuaskan  kecuali unit percobaan benar-benar homogen; (2) hanya sesuai untuk jumlah perlakuan yang tidak  terlalu banyak; (3) pengulangan percobaan mungkin tidak konsisten (lemah) apabila unit percobaan  tidak benar-benar homogen, terutama apabila jumlah ulangannya relatif sedikit.

C.    Model Matematis RAL

Dalam RAL, data percobaan didistribusikan melalui model persamaan sebagai berikut :

Yij  = µ + Ai  + єij

i =  1, 2, 3,…………,a      j = 1,2,3...........,u

Yijk     : Pengamatan Faktor Utama taraf  ke-i , Ulangan ke-j dan Faktor Tambahan  taraf ke-k 

 µ         : Rataan Umum

Ai         : Pengaruh Utama  pada taraf  ke-i 

єij        : Pengaruh Galat I pada Faktor Utama ke-i dan Ulangan ke-j

єijk      : Pengaruh galat II  pada Faktor Utama taraf ke-i, Ulangan  ke-j dan faktor tambanan pada  taraf ke-k.

Langkah-langkah penyelesaian RAL (Non Faktorial) dengan SPSS 16 sebagai berikut:

Langkah 1: Jalankan program SPSS 16








Ketika membuka Program SPSS, ada dua Windows yang muncul yang pertama Untuk Data dan yang kedua yaitu Untuk Output setelah menganalisis.

Tampilan SPSS Bagian Data

Tampilan SPSS Bagian Output

Ada dua tempat yang harus diisi dalam SPSS, yaitu data view (untuk mengisi data yang akan diolah), dan variable view (untuk tempat variable, atau sumber keragaman dalam tabel sidik ragam).

Langkah 2 : Mengisi Bagian Kolom “Name” pada Variabel View 

Dalam kolom name yang diisi adalah perlakuan, ulangan dan hasil.







Langkah 3 : Mengisi Bagian Kolom “Label” pada Variabel View

Dalam kolom “label” diisi sesuai yang kita amati pada skripsi, Perlakuan : Perbedaan Kadar Air Haylase Rumput Lapangan, Dan Kandungan Serat Haylase Rumput Lapangan (%).







Langkah 4 : Mengisi Bagian “Values”

1. Perlakuan

Kemudian klik pada kolom Values, maka akan muncul jendela 'value labels',  Isi kotak value dengan angka dan kotal labels dengan kode perlakuan. 1= A = Kadar Air 46%, Lama Penjemuran 1 Hari, 2= B = Kadar Air 34%, Lama Penjemuran 2 Hari, 3= C = Kadar Air 22%, Lama Penjemuran 3 Hari, 4= D = K adar Air 17%, Lama Penjemuran 4 Hari. kemudian klik “add” dan seterusnya sampai semua perlakuan dimasukkan lalu klik OK.







2. Ulangan

kemudian klik pada kolom Values, maka akan muncul jendela 'value labels',  Isi kotak value dengan angka dan kotal labels dengan kode ulangan.1= Ulangan I Dan seterusnya seperti pada gambar , kemudian klik “add” dan seterusnya sampai semua perlakuan dimasukkan lalu klik OK.



Langkah 5 :Mengisi Bagian “Data View”

1. Klik “Data View” yang terletak disudut kiri bawah, sehingga muncul penampilan seperti dibawah ini.


2.   Pastikan tombol “Value Label” pada bar sudah diklik.
3. Kemudian pada kolom perlakuan diklik 2 kali, hingga muncul kotak yang berisi daftar perlakuan            yang akan kita masukkan. Lakukan hal yang sama pada ulangan.
4. Setelah selesai, isilah data yang akan diolah pada kolom hasil, pastikan data berada pada perlakuan        dan ulangan yang tepat.

Hasilnya seperti dibawah ini:







Langkah 6 : Menganalisis Data

Klik Bagian Analyze kemudian General Linear lalu Model Univariate







Maka, akan muncul kotak Univariate seperti dibawah ini:

Langkah 7 : Mengisi “Dependent Variable” pada kotak Univariate
Klik Bagian Hasil -> Klik Tanda Panah Pada Bagian Dependent Variable, sehingga seperti ini.

Langkah 8 : Mengisi “Fixed Factor(s)” pada kotak Univariate
Klik Bagian Perlakuan -> Klik Tanda Panah Pada Bagian Fixed Factor(s), sehingga seperti ini.

Langkah 9 : Mengisi “Model” pada kotak Univariate
1. Klik tombol Model -> hingga muncul kotak Univariate: Model. Pada bagian Specify Model -> klik Custom.

gian Custom diklik, lihat bagian Kiri Kotak Dialog Univariate: Model, ada bagian Factor & Covariates ->  Klik bagian Perlakuan -> Klik Tanda Panah di Bagian tengah Kotak Dialog.



Langkah 10 : Mengisi “Post Hoc” pada kotak Univariate
1.      Klik tombol Post Hoc -> hingga muncul kotak Univariate: Post Hoc. Klik bagian Perlakuan -> Klik Tanda Panah di Bagian tengah Kotak Dialog -> Klik Continue.


2. Pada bagian Equal Variances Assumed -> Klik Bagian LSD (untuk Uji BNJ), Tukey (untuk Uji BNJ), dan Duncan (Untuk Uji Duncan) -> Klik Continue.

Langkah 11 : Mengisi “Options” pada kotak Univariate
1. Klik tombol Options -> hingga muncul kotak Univariate: Options. Klik bagian OVERALL -> Klik Tanda Panah di Bagian tengah Kotak Dialog.

2. Pada bagian Display -> Klik Bagian Desciptive Statistics dan Homogeneity Tests -> Klik Continue -> Kembali ke kotak univariate -> Klik Ok.


Output Rancangan Acak Lengkap (RAL) :


Data

Analisis


Output


Youtube






Referensi

Komentar